suzuki

Kamis, 28 September 2017

Kendala Pemakaian Motor Listrik

Motor Listrik

Zona Motor ID, Beberapa saat yang lalu Pemerintah telah menetapkan membatasi atau akan menghentikan semua produksi kendaraan baik motor maupun mobil dengan bahan bakar fosil di Indonesia. Semua akan diarahkan pada produksi kendaraan dengan tenaga listrik. Tetapi zator pikir, masih banyak kendala yang nantinya akan ditemui saat semua akan dialihkan menjadi kendaraan dengan tenaga listrik.

1. Waktu Pengecasan Lama.
Penyimpanan tenaga pada kendaraan listrik disimpan pada battery atau accu. Semakin besar tenaga listrik yang dibutuhkan, semakin besar pula penyimpanan listriknya. Dan semakin besar media penyimpanannya, maka semakin besar dan lama pula pengisiannya (charge). Contohnya zator pernah konsultasi pada teman yang ahli dalam hitung- hitungan elektrik, motor dengan media penyimpanan listrik besar dan dalam kondisi penyimpanan penuh dapat menggerakkan motor listrik sejauh 80-100km, sedangkan untuk mengisi (charge) tempat penyimpanan  listrik (accu) membutuhkan 8-10 jam agar accu terisi penuh, bisa saja sih dengan penyisian cepat dengan waktu 3 jam, tetapi accu akan cepat rusak.

2. Pakai Sistem Pembelian LPG.
Jika kita tidak mau menunggu lama untuk mengisi ulang accu, bisa saja SPLU menyediakan accu siap pakai atau sudah terisi penuh untuk ditukar dengan accu kita yang sudah kosong. Tetapi apakah SPLU menjamin kwalitas dan kondisi accu kita sama dengan yang ditukar. Sedangkan kondisi accu sebagai media penyimpanan listrik tidak bisa dilihat kondisinya dengan mata telanjang. Jadi sistem tukar aki juga tidak bisa dijadikan jalan keluar untuk pengisian listrik kendaraan.

3. Menyiapkan Beberapa Accu Saat Perjalanan Jauh.
Menyiapkan beberapa Accu untuk perjalanan jauh bisa dilakukan untuk kendaraan dengan bodi besar seperti mobil. Tetapi biaya penggunaan accu yang banyak juga akan menambah biaya. Dan kuatkah dinamo kendaraan listrik jika dipakai terus menerus tanpa henti jika kita ingin melakukan perjalanan jauh, apalagi saat mudi lebaran tiba.

4. Akselerasi dan kecepatan kalah
Pada sepeda motor listrik yang zator pernah coba, kecepatan dan akselerasinya kalah dengan sepeda motor yang berbahan bakar minyak (bensin) ber-cc kecil sekalipun. Mentok sampai 60-70km/jam, itupun jika kondisi jalanan datar. Bagaimana jika jalanan menanjak, bisa - bisa kita dorong motor, jangan sampai dech kita beli motor mahal - mahal tapi dikerjain suruh dorong motor karena tidak kuat nanjak.

5. Percuma Jika Pembangkit Listrik di Indonesia Masih Menggunakan Bahan Bakar Minyak
Saat ini Perusahaan Listrik Negara masih ada yang memakai bahan bakar minyak (fosil). Maka seperti mubazir saja jika kebijakan ini dilakukan jika pembangkit listriknya masih menggunakan bahan bakar minyak

Kesimpulannya : Motor atau mobil listrik lebih cocok untuk kendaraan kota - kota saja, tidak cocok untuk mobil atau motor yang digunakan untuk perjalanan jauh.
Jika memang mau dipaksakan, mobil atau motor bisa menggunakan 2 tenaga, bisa dari listrik dan bisa menggunakan bahan bakar minyak atau gas.