suzuki

Minggu, 30 Juli 2017

Yamaha Pilih Jalur Sendiri Daripada Ikuti Sang Penguasa Pasar


Zona Motor ID, Jika kita amati beberapa tahun terakhir ini, Yamaha Motor Indonesia lebih memilih jalur lain daripada bertarung dengan sang penguasa pasar, yaitu Honda Motor Indonesia. Apakah ini strategi pasar agar Yamaha dan Honda tidak saling berbenturan dalam penjualan motor, sedangkan kita tahu Honda Motor dan Yamaha Motor di Indonesia sama - sama satu atap dibawah perusahaan Astra.



Saat ini pihak Yamaha Motor Indonesia lebih fokus menjual motor skuter matic berbodi besar, dan Yamaha telah menghentikan produksi mesin skuter matic dikelas 110cc-nya. Yamaha lebih memilih menjual Yamaha Mio M3 yang mempunyai mesin dengan kapasitas 125cc yang mau tidak mau menekan harga menjadi lebih mahal jika dibandingkan dengan motor bermesin 110cc. Apakah usaha memecah pasar ini juga berkaitan dengan vonis KPPU tentang penetapan harga bersama atau biasa disebut kartel antara Yamaha dan Honda.

Zator juga agak bingung dengan strategi Yamaha Motor Indonesia yang tetap mempertahankan mesin SOHC pada All New YZF-155-R15 maupun All New V-ixion R. Padahal zator rasa, Yamaha sangat mampu membuat mesin DOHC sekelas Suzuki GSX-R150 bahkan lebih. Yamaha malah lebih memilih mempercantik tampilan All New YZF155-R15 dengan Shockbreaker depan Up Sidedown dan menambahkan VVA sebagai alat cerdik agar konsumsi bahan bakar irit saat putaran mesin rendah dan mesin bertenaga pada putaran tinggi. Apakah Yamaha lebih memilih fokus menjual All New V-ixion R jika dibandingkan All New YZF155-R15.

Apakah pilihan Yamaha membuat jalur sendiri ini juga strategi kedua pabrikan agar konsumen mempunyai banyak pilihan motor dengan mesin berbeda, agar tidak terjadi pertarungan antar 2 bersaudara lagi seperti beberapa tahun terakhir ini. Apakah mereka melakukan team order seperti pada tim balap, sehingga harus ada yang mengalah untuk memberikan kesempatan pada anggota tim lainnya untuk mendominasi. Hanya mereka berdua yang tahu....